Selamat Datang di Program Literasi Digital

SMP NEGERI 5 BENGALON

Tentang

Program Literasi Digital

Di Program Literasi Digital ini, pengunjung dapat menikmati petualangan membaca karya-karya para siswa dan guru kami. Berbentuk blog atau buku, Anda bebas memilihnya semaumu. Di sini, kami juga kerap membagikan kegiatan-kegiatan literasi yang akan dan telah kami selenggarakan. Baik internal, lokal, maupun nasional, senantiasa kami bagikan.

Program Literasi Digital literasi ini dikembangkan dalam rangka pembangunan budaya literasi di sekolah kami. Dengan Program Literasi Digital ini, kami berharap mampu mendorong warga sekolah untuk lebih termotivasi dalam membaca dan berkarya. Ini akan menjadi bekal penting bagi peningkatan mutu pendidikan dan kualitas generasi pembawa perubahan di masa depan.

Program Literasi Digital ini tercipta, berkat kerja sama antara Sekolah dan Nyalanesia. Melalui program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) yang diselenggarakan Nyalanesia, kami juga berhasil mendapatkan penghargaan Sekolah Aktif Literasi Nasional.

Selamat bertualang, dan salam #NyalakanMasadepan!

Tim Literasi Sekolah

Semuel Kendek, M.Pd.

Pembina Tim Literasi Sekolah

Fitrah Marwah, S.Pd.

Pembina 2

Ariansyah, S.Pd.

Ketua Tim Literasi Sekolah

Harisa Amrin, S.Pd.

Bendahara

Evhin Zubair Asmat, S.Pd.

Koordinator

Program Literasi Sekolah

Visi dan Misi Literasi

Terwujudnya Komunitas Cendekia yang Menghayati Kitab sebagai jendela Peradaban, menjadikan Kedalaman Makna sebagai Kompas Sunyi, dan Kepekaan Jiwa sebagai Bahasa utama.

  1. Membuka Gerbang Ruang Jeda: menciptakan “Ruang Jeda” di sekolah (perpustakaan/pjok baca) sebagai tempat yang damai dan reflektif, di mana setiap individu dapat bertemu dengan dirinya sendiri melalui halaman-halaman kitab.
  2. Menyusun Narasi Diri: mendorong setiap jiwa untuk menulis dan merefleksikan perjalanan hidup dan pemikirannya, menjadikan tulisan (jurnal,puisi, esai) sebagai alat pemetaan hati dan pikiran.
  3. Mendekonstruksi Kitab lama: Mengadakan forum diskusi (bukan debat formal, melainkan perbincangan meja bundar) untuk membedah dan mendalami makna tersembunyi dari karya-karya klasik, fiksi, dan non-fiksi yang bernilai
  4. Literasi sebagai Seni Rupa: Mengembangkan budaya literasi dalam berbagai medium, tidak hanya teks, tetapi juga visual, sinema, dan musik; melihat setiap bentuk seni sebagai puisi yang dibaca dengan indra yang berbeda.
  5. Perayaan Penulis Sunyi: Mengapresiasi setiap karya dan proses kreatif siswa dan guru, membangun sebuah tradisi penerbitan (baik digital maupun cetak terbatas) sebagai catatan abadi komunitas sekolah.

Target Literasi Sekolah

    1. Ruang Jeda terdefinisi: Perpustakaan sekolah telah bertransformasi menjadi Laboratorium Sunyi, diakui sebagai tempat paling reflektif dan damai di lingkungan sekolah, dengan rata-rata kunjungan siswa/guru meningkat 70% di luar jam wajib.
    2. Penalar Sunyi: Kualitas rata-rata hasil analisis dan interpretasi teks siswa (yang dinilai melalui program Dekonstruksi Kitab Lama) telah menunjukkan peningkatan signifikan, di mana minimal 60% siswa mampu membedah makna tersirat dalam karya sastra/teks filosofis secara mendalam.
    3. Awal Antologi: Sekolah telah berhasil menerbitkan minimal 3 jilid Antologi Jiwa Pencari (kumpulan karya guru/siswa) dan 1 jurnal Reflektif tahunan, menandai berdirinya tradisi “Perayaan penulis Sunyi” 
    4. Pusat Inspirasi: Sekolah diakui secara luas sebagai “Pusat Literasi Reflektif dan Otentik” dengan perpustakaan mencapai akreditasi A dan menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam pengembangan budaya literasi berbasis refleksi dan seni.
    5. Gema Terdengar Jauh: Minimal 1 karya ilmiah atau sastra yang lahir dari program literasi sekolah berhasil diterbitkan di tingkat nasional atau menjadi sumber rujukan dalam diskusi budaya dan pendidikan di Kalimantan Timur, menandakan kedalaman makna yang diakui secara luas.

Blog Literasi